Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan
Jual Beli Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan
Jual Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan
Beli Hewan

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet
Jual Beli Pet

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing
Jual Anjing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing
Jual Kucing

Jual Burung

Jual Ayam

Jual Kelinci

Jual Kura-kura

Jual Ikan
Jual marmut

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop
Pet Shop

Pet Care

Pet Care

Pet Care

Pet Care

Pet Care
Pet Care

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan
Dokter Hewan
search

Qory Sulaiman

Kecintaan Qori Soelaiman pada kucing tak perlu diragukan. Di rumahnya ada 32 ekor kucing lokal yang 'dipungut' dari jalanan. Kondisi mereka saat ini tentu jauh lebih baik. Diberi makan, vaksin, hingga tempat berteduh.

Namun, tak itu saja. Empat tahun lalu, dia bersama sahabat pecinta kucing lain mendirikan komunitas, juga Yayasan Peduli Kucing. Organisasi tersebut berfokus pada penyelamatan kucing terlantar dan edukasi masyarakat.

Selain dilatarbelakangi rasa cinta, Qori menilai kepedulian masyarakat Indonesia terhadap binatang, khususnya kucing, masih sangat minim. Untuk itu, perlu ada gerakan masif menyelamatkan hidup kucing jalanan.

"Fokus kami pada kucing tak berpemilik. Kalau kucing yang sudah ada pemilik, saya harap bisa bertanggung jawab karena memelihara binatang itu komitmen seumur hidup," katanya kepada detikHot, Sabtu (1/2/2014).

Bukti dari minimnya rasa peduli masyarakat terlihat dari pesan yang masuk setiap hari di website Peduli Kucing. Sekitar 15 - 20 pesan berisi permintaan adopsi karena mereka sudah tidak mau mengurus lagi.

"Masyarakat Indonesia yang ramah satwa itu sedikit sekali. Peduli Kucing punya 1000 penyelamat, tapi di luar sana ada 1 juta yang ingin membuang kucing," ujar Qori.

Miris melihat hal tersebut, wanita 38 tahun ini kian gencar melakukan sosialisasi dan edukasi. Baik kampanye lewat media sosial, berbagi kegiatan amal, hingga masuk ke sekolah dasar dan menengah.

Belum lama, muncul buku antologi berjudul 'Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong' karya 38 pecinta kucing lintas generasi. Seluruh hasil royalti didonasikan kepada Yayasan Peduli Kucing untuk membantu kucing-kucing kurang beruntung.

"Ke depan kami mau buat program edukasi yang menyasar target utama anak-anak. Tujuannya agar peduli kucing sejak dini dan menciptakan generasi ramah satwa," katanya.

 

Comments