Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan

Jual Beli Hewan
Jual Beli Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan

Jual Hewan
Jual Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan

Beli Hewan
Beli Hewan

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet

Jual Beli Pet
Jual Beli Pet

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing

Jual Anjing
Jual Anjing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing

Jual Kucing
Jual Kucing

Jual Burung

Jual Ayam

Jual Kelinci

Jual Kura-kura

Jual Ikan
Jual marmut

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop

Pet Shop
Pet Shop

Pet Care

Pet Care

Pet Care

Pet Care

Pet Care
Pet Care

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan

Dokter Hewan
Dokter Hewan
search

Komunitas Reptil Betawi Ajak Masyarakat Cintai Ular

Di Tangerang ada sebuah komunitas para anak muda yang memiliki hobi tak lazim dilakukan oleh kebanyakan pemuda jaman sekarang.  Biasanya, dijaman modernisasi seperti sekarang ini, pemdua menyalurkan hobinya diantaranya dalam komunitas pecinta mobil, motor, skateboard, sepeda atau berkumpul di tempat-tempat ramai seperti Mal.  Tapi berbeda dengan komunitas pemuda yang satu ini, mereka lebih menyukai binatang reptil atau ular. Kesamaan hobi itulah yang menjadi alasan terbentuknya Komunitas- Reptil Betawi.

Komunitas Reptil Betawi memang terbilang unik dan langka. Bahkan, komunitas pecinta ular yang beralamat Jalan Anggrek, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan itu, dibentuk selain untuk menyalurkan hobi mengkoleksi berbagai jenis ular seperti Ular Mono Tanah, Mono Pohon, Retik, Welang, Weling, dan Manurus. Komunitas Reptil Betawi inipun mempunyai misi menjaga ular dari kepunahan yang diantaranya diakibatkan kelaparan, perlakuan manusia dan faktor lainnya.

Menurut Fauzi, sejak berdiri Juli 2011 lalu, Komunitas Reptil Betawi telah mendapatkan kepercayaan dari sejumlah pecinta ular diberbagai daerah untuk merawat atau mengobati ular yang sakit, bahkan tidak jarang pula Komunitas Reptil Betawi ini mengadopsi ular atau bahkan membeli ular dari para pecinta ular lainnya.

 “Kebanyakan ular di Komunitas Reptil Betawi ini hasil adopsi, ular yang sedang dalam perawatan pun banyak. Ular yang sakit biasanya badannya terlihat kecil dan menyusut akibat tidak mau makan. Ular itu kalau tidak mau makan bisa lima bulan bahkan dua tahun lamanya,” ungkap Fauzi, Salah satu penggagas Komunitas Reptil Betawi menjelaskan ke Tangsel Cosmo, Jumat (18/05).

Menurut Fauzi, banyak ular yang dianggap berbahaya karena bisa ataupun gigitannya, sehingga sebagian masyarakat jika melihat ular selalu berkeinginan untuk membunuhnya. Padahal, ular yang biasa terlihat masyarakat cenderung tidak berbahaya alias tidak berbisa dan agresif.

Untuk itu, lanjut Fauzi, Komunitas Reptil Betawi berupaya untuk menularkan kecintaan dan kegemaran terhadap ular melalui sekolah dan anak-anak dilingkungan tentang jenis-jenis ular dan habitat hidupnya.

“Sebenarnya ular jika melihat manusia selalu menghindar terutama ular sejenis retik atau malurus. Karena itu, masyarakat jangan takut jika melihat ular,” ungkapnya.

Komunitas Reptil Betawi ini beranggotakan sekitar 20 orang, jumlah ini sedikit berkurang jika dibandingkan saat pertama dibentuk. Berkurangnya anggota ini karena kesibukan masing-masing anggota.

“Kalau komunikasi antar anggota selalu terjalin kuat walaupun intensitas pertemuannya tidak sesering awal-awalnya. Namun kalau ada event anggota selalu mengirimkan ular kesayangnya untuk ikut serta di event tersebut,” ujarnya.

Jadi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk menangani ular yang masuk ke dalam rumah,Komunitas Reptil Betawi bersedia secara sukarela untuk menangkapnya.

Komentar


\